Anda pasti pernah memperhatikan bagaimana perilaku sebagian anak-anak pelajar saat mereka merayakan kelulusan? Sebagian mengendarai kendaraan sepeda motor tanpa helm, mencorat-coreti baju mereka dengan cat semprot, juga tas dan malah tembok-tembok rumah. Atau mungkin Anda pernah mendengar tentang tawuran antar pelajar? Betapa hal ini seolah menjadi kejadian lumrah saja!
Kita sebagai orang tua seharusnya merasa prihatin melihat masalah anak-anak kita seperti ini. Saya yakin sebagian besar masalah pelajar dimulai dari bagaimana kondisi keluarganya. Semakin sehat dan bahagia sebuah keluarga, semakin cenderung kecil masalah yang berdampak besar -- malah kondisi masa depannya akan lebih cerah.
Maka benarlah kalimat : "Sehatnya negara ditentukan oleh sehatnya keluarga". Hal ini tidak selalu tergantung kepada bagaimana kondisi keuangan sebuah keluarga. Benar bahwa kondisi keuangan ini salah satu faktor penting dalam kehidupan ini, namun bukan segalanya.
Kembali, bagaimana kita menyikapi hidup ini adalah kunci yang sebenarnya dari kita untuk mengatasi sekian banyak masalah termasuk masalah keuangan ini. Terlepas dari itu, yang akan saya soroti di sini adalah bahwa kita mesti bertanggung jawab terhadap hidup kita. Masalah anak pelajar bukanlah masalah yang sepele. Namun bukan berarti tidak dapat diatasi.
Keluarga yang harmonis, penuh cinta serta dipenuhi oleh kasih sayang antar sesama, akan sangat menolong bagi perkembangan emosi dan psikologi anak. Saya pikir kita semua tahu benar akan hal ini. Pertanyaannya adalah HOW? Bagaimana kita bisa menjadikan keluarga kita memiliki kondisi yang baik seperti ini. Saya tidak menyebutnya sebagai kondisi ideal, namun kondisi yang baik. Karena bila kita menyebutnya ideal, saya khawatir kita sudah mengasosiasikannya dengan kemustahilan dalam pencapaian... benar kan?
Output akan sangat tergantung dari input dan proses. Hasil keluaran perhitungan komputer akan sangat tergantung pada input yang dimasukkan ke dalam komputer serta bagaimana proses komputasi / perhitungannya. Masalah anak pelajar pun demikian. Dengan analogi di atas, masalah anak pelajar, ditentukan pula oleh kondisi input / pikiran dan pendidikan karakter yang ada di dalam keluarga. Semakin bobrok dan buruk nilai-nilai yang ditanamkan (sadar maupun tidak sadar lho!), maka akan berdampak buruk bagi sang anak.
Mari kita sama-sama wujudkan kondisi masyarakat Indonesia yang sehat dan bertanggung jawab dengan memperbaiki kondisi pendidikan anak-anak kita di keluarga kita masing-masing.







0 komentar:
Posting Komentar