Blogroll

aa

Jumat, 21 Oktober 2011

Encoding Data

Mendengar kata coding saiia sangat tertarik sekali,, karna saiia sangant mencintai coding,,
tapi tunggu dulu, kalau coding nya saja saiia suka, di atas judulnya encoding data, nah apa itu encoding data?
jujur saja saiia sangat tidak mengerti tentang hal tersebut,,
di sini saiia akan menjelaskan sedikit tentang encoding data, tentunya saiia mencari banyak artikel di dunia maya tentang encoding data,,,
langsung saja,,

dalam melakukan penyaluran data baik antara komputer dengan komputer atau komputer dengan perangkat lain nya, data tersebut harus di mengerti oleh si pengirim dan penerima,, untuk mencapai hal tersebut, data terlebih dahulu di ubah bentuknya dalam bentuk khusus yaitu sandi untuk kominikasi data,,
coding : penggambaran dari satu set simbol yang lain.

Sistem sandi yang umum dipakai :
a. ASCII (American Standart Code For Information Interchange) sandi ini paling banyak digunakan dalam bahasa pemrograman,,
b. Sandi Boudot Code (Telex Code)
c. Sandi 4 atau 8
d. BCD (Binary Coded Decimal)
e. EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchage Code)

Pengelompokkan karakter

Dalam komunikasi data informasi yang dipertukarkan terdiri dari 2 grup yaitu : 

  • karakter data  

  • karakter kendali : digunakan untuk mengendalikan transmisi data, bentuk, hubungan naluri data dan fungsi   fisik terminal,,

  Karakter Kendali dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.    Transmisi Control
Mengendalikan data pada saluran nya, terdiri atas :
  • SOH (Start Of Header) digunakan sebagai karakter pertama yang menunjukkan bahwa karakteer berikutnya adalah header, header dapat berisi informasi tentang terminal,,
  • STX (Start of Text) digunakan untuk mengakhiri header dan menunjukkan awal dari informasi / text
  • ETX (End of Text) digunakan untuk mengakhiri text
  • EOT (End Of Transmision) untuk menyatakan bahwa transmisi dari text baik satu atau lebih telah berakhir
  • ENQ (Enquiry) untuk meminta agar remote station tanggapan
  • ACK (Acknowledge) untuk memberikan tanggapan positif ke pengirim dari penerima
  • NAK (Negatif Akcnowkedge) merupakan tanggapan negatif dari penerima ke pengirim
  • SYN ( Synchronous) digunakan untuk transmisi sinkron dalam menjaga atau memperoleh sinkronisasi antar peralatan terminal
  • ETB (End of Transmision Block) digunakan untuk menyatakan akhir dari blok data yang ditransmisikan, bila data dipecah menjadi beberapa blok
  • DLE (Data Link Escape) Mengubah arti karakter berikutnya, digunakan untuk lebih mengendalikan transmisi data.
b.    Format Effectors
Digunakan untuk mengendalikan tata letak fisik informasi pada printout / tampilan layar
  • BS (Back Space) menyebabkan kursor mundur satu posisi.
  • HT (Horizontal Tabulation) maju ke posisi yang telah ditentukan
  •  LF (Line Feed) maju satu baris
  • VT (Vertical Tabulation) maju beberapa baris
  • FF (Form Feed) maju 1 halaman (halaman baru)
  • CR (Carriage Return) kursor menuju ke awal baris
c.    Device Control
Digunakan untuk mengendalikan peralatan tambahan dari terminal
d.   Information Separators
Digunakan untuk mengelompokkan data secara logis. Umumnya ditentukan :
  • US (Unit Separators) tiap unit informasi dipisahkan oleh US
  • RS (Record Separator) tiap record terdiri atas beberapa unit dan dipisahkan oleh RS
  • GS (Group Separator) beberapa record membentuk suatu grup dan dipisahkan oleh GS
  • FS (File Separator) beberapa grup membentuk sebuah fike yang dipisahkan oleh FS
Komunikasi data menggunakan sinyal digital,,
Kelemahan : jarak tempuh pendek akibat pengaruh redaman/derau yang terjadi pada media transmisi. Sedangkan dengan sinyal analog : jarak tempuh yang jauh,,

Demodulasi : tehnik mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog. Gelombang pembawa sinyal ini  disebut carrier dan berbentuk sinusoidal,,

Terdapat 3 jenis modulasi untuk mengkonversi signal binary ke dalam bentuk yang cocok melalui PSTN, yaitu amplitude, frequency and phase.,,

1.      Amplitudo adalah besarnya tegangan dari sinyal analog,,
2.      Frequency adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam waktu 1 detik,,
3.      Phase adalah besarnya sudut dari sinyal analog pada saat tertentu,,

5 faktor evaluasi
(faktor-faktor yang mempengaruhi coding) :
1.    Spektrum sinyal / signal spectrum,,
2.    Kemampuan sinkronisasi / clocking / signal synchronization capability,,
3.    Kemampuan mendeteksi error / signal error detecting capability,,
4.    Tahan terhadap gangguan / signal interference and noise immunity,,
5.    Biaya dan kompleksitas / cost and complexity,,

Data digital, sinyal digital
  
Sinyal digital
  • Adalah deretan pulsa voltase terputus putus yangg berlainan dan masing masing memiliki ciri2 tersendiri,, 
  • Tiap pulsa adalah elemen sinyal,,
  • Data biner ditransmisikan melalui pengkodean setiap bit data ke dalam elemen elemen sinyal,,
  • Biner 0 ditunjukkan melalui level voltase yangg lebih rendah dan biner 1 melalui level voltase yang lebih tinggi,,

Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)
  • Adalah kode kode yg sering digunakan untuk membangkitkan atau mengartikan data digital melalui terminal atau perangkat perangkat lain nya,,
  • Dua tegangan yang berbeda untuk 2 digit biner,,
  • Tegangan konstan selama interval bit,,
  • Tidak ada transisi yaitu tidak kembali ke level voltase nol,,
Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)
  • Mempertahankan pulsa voltase konstan untuk durasi waktu bit,,
  • Data itu sendiri ditandai saat kehadiran atau ketidakhadiran transisi pada permulaan waktu bit,,
  • Adanya transisi pada permulaan waktu bit menunjukkan biner 1 utk bit waktu tsb
  • Tidak ada transisi yg menunjukkan biner 0,,
  • Adalah contoh encoding differential, yakni informasi yang ditransmisikan lebih ditujukan pada pengertian susunan simbol simbol data yang berurutan dibandingkan dg elemen elemen sinyal itu sendiri,,



Dua fase (Bifase)

Terdapat serangkaian teknik pengkodean lain yg dikelompokkan dlm istilah bifase. Dua dari teknik ini yaitu :
         Manchester
        Transisi di tengah untuk tiap periode bit
        Perpindahan transisi sebagai clock dan data
        Rendah ke tinggi menggambarkan 1
        Tinggi ke rendah menggambarkan 0
         Differential Manchester
        Transisi pertengahan bit hanya digunakan untuk clocking
        Transisi dimulai saat periode bit menggambarkan 0
        Tidak ada transisi yang dimulai saat periode bit dalam menggambarkan nol
        Menggunakan differential encoding 






Data digital, sinyal analog
         Transmisi data digital melalui jaringan telepon umum. 
        Jaringan telepon dirancang utk menerima, mengalihkan dan mentransmisikan sinyal-sinyal analog dg rentang frekuensi suara 300Hz sampai 3400Hz
        Menggunakan modem (modulator-demodulator) dpt mengubah data digital ke sinyal-sinyal analog
         Modulasi dipengaruhi oleh karakteristik sinya pembawa yaitu :
            amplitudo, frekuensi, fase
         Ada tiga teknik dasar pengkodean atau teknik modulasi yakni:
            - Amplitude shift keying (ASK)
            - Frequency shift keying (FSK)
            - Phase shift keying (PSK)



Quadrature PSK
         Penggunaan lebih efisien oleh tiap elemen sinyal diwakili lebih dari satu bit
         Misalnya perubahan pada p/2 (90o)
         Tiap elemen diwakili dua bit
         Dapat digunakan 8 sudut fase dan memiliki lebih dari satu amplitudo
         9600bps modem menggunakan sudut 12, empat pada tiap dua amplitudo
         Offset QPSK (orthogonal QPSK)
         Delay dalam aliran Q
Performance pada Pola Modulasi Digital ke Analog
         Bandwidth
         Bandwidth ASK dan PSK berhubungan langsung pada kecepatan bit
         Bandwidth FSK berhubungan pada kecepatan data untuk frekuensi rendah tetapi pada offset frekuensi modulasi untuk frekuensi tinggi carrier
         (lihat Stallings pada math)
         Pada saat noise, kecepatan bit error pada PSK dan QPSK adalah kira-kira 3dB superior untuk ASK dan FSK
Data Analog, Sinyal Digital
         Digitalisasi
        Adalah Konversi dari data analog ke data digital
        Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan NRZ-L
        Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan code selain NRZ-L
        Data digital dapat dirubah menjadi sinyal analog
        Konversi analog ke digital menggunakan codec (Coder-Decoder)
        Dua teknik yg digunakan dlm Codec adalah Pulse Code Modulation dan Delta Modulation

Modulasi Analog



bingungkan, beda banget dengan koding yang di program, hehehehehe,,,
saiia gag terlalu mengerti,, biar pun sudah beberapa x membaca ulang,,
semoga artikel ini bermaanfaat :D
terima kasih,,

Sumber : http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=encoding%2Bdata&source=web&cd=2&ved=0CCsQFjAB&url=http%3A%2F%2Fnryulia.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5160%2FKomdat3_pengkodean%2Bdata.doc&ei=VRShTsvQGaSziQeesqjABg&usg=AFQjCNGl3xITPdRFXlafhhuVSD8J5Fg_aA&sig2=Ms_xJsljLl4-3YjyuLQcXg&cad=rja





0 komentar:

Posting Komentar